Surat At-Takwirسورة التكوير
Penggulungan. Makkiyah, 29 ayat. Dimulai di juz 30, halaman 586.
بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَـٰنِ ٱلرَّحِيمِ
وَإِذَا ٱلْعِشَارُ عُطِّلَتْ ﴿٤﴾
Wa iżal-‘isyāru ‘uṭṭilat.
81:4 apabila unta-unta yang bunting ditinggalkan (tidak terurus),
وَإِذَا ٱلْوُحُوشُ حُشِرَتْ ﴿٥﴾
Wa iżal-wuḥūsy ḥusyirat.
81:5 apabila binatang-binatang liar dikumpulkan,
وَإِذَا ٱلنُّفُوسُ زُوِّجَتْ ﴿٧﴾
Wa iżan-nufūsu zuwwijat.
81:7 apabila roh-roh dipertemukan (dengan tubuh),
وَإِذَا ٱلْمَوْءُۥدَةُ سُئِلَتْ ﴿٨﴾
Wa iżal-mau'ūdatu su'ilat.
81:8 apabila bayi-bayi perempuan yang dikubur hidup-hidup ditanya,
وَإِذَا ٱلصُّحُفُ نُشِرَتْ ﴿١٠﴾
Wa iżaṣ-ṣuḥufu nusyirat.
81:10 apabila lembaran-lembaran (catatan amal) telah dibuka lebar-lebar,
عَلِمَتْ نَفْسٌ مَّآ أَحْضَرَتْ ﴿١٤﴾
‘Alimat nafsum mā aḥḍarat.
81:14 setiap jiwa akan mengetahui apa yang telah dikerjakannya.
فَلَآ أُقْسِمُ بِٱلْخُنَّسِ ﴿١٥﴾
Falā uqsimu bil-khunnas(i).
81:15 Aku bersumpah demi bintang-bintang
وَٱلصُّبْحِ إِذَا تَنَفَّسَ ﴿١٨﴾
Waṣ-ṣubḥi iżā tanaffas(a).
81:18 demi subuh apabila (fajar) telah menyingsing,
إِنَّهُۥ لَقَوْلُ رَسُولٍ كَرِيمٍ ﴿١٩﴾
Innahū laqaulu rasūlin karīm(in).
81:19 sesungguhnya (Al-Qur’an) itu benar-benar firman (Allah yang dibawa oleh) utusan yang mulia (Jibril)
ذِى قُوَّةٍ عِندَ ذِى ٱلْعَرْشِ مَكِينٍ ﴿٢٠﴾
Żī quwwatin ‘inda żil-‘arsyi makīn(in).
81:20 yang memiliki kekuatan dan kedudukan tinggi di sisi (Allah) yang memiliki ʻArasy,
مُّطَاعٍ ثَمَّ أَمِينٍ ﴿٢١﴾
Muṭā‘in ṡamma amīn(in).
81:21 yang di sana (Jibril) ditaati lagi dipercaya.
وَمَا صَاحِبُكُم بِمَجْنُونٍ ﴿٢٢﴾
Wa mā ṣāḥibukum bimajnūn(in).
81:22 Temanmu (Nabi Muhammad) itu bukanlah orang gila.
وَلَقَدْ رَءَاهُ بِٱلْأُفُقِ ٱلْمُبِينِ ﴿٢٣﴾
Wa laqad ra'āhu bil-ufuqil-mubīn(i).
81:23 Sungguh, dia (Nabi Muhammad) benar-benar telah melihatnya (Jibril) di ufuk yang terang.
وَمَا هُوَ عَلَى ٱلْغَيْبِ بِضَنِينٍ ﴿٢٤﴾
Wa mā huwa ‘alal-gaibi biḍanīn(in).
81:24 Dia (Nabi Muhammad) bukanlah seorang yang kikir (enggan) untuk menerangkan yang gaib.
وَمَا هُوَ بِقَوْلِ شَيْطَـٰنٍ رَّجِيمٍ ﴿٢٥﴾
Wa mā huwa biqauli syaiṭānir rajīm(in).
81:25 (Al-Qur’an) itu bukanlah perkataan setan yang terkutuk.
فَأَيْنَ تَذْهَبُونَ ﴿٢٦﴾
Fa aina tażhabūn(a).
81:26 Maka, ke manakah kamu akan pergi?747
- 747 Setelah diterangkan bahwa Al-Qur’an itu benar-benar datang dari Allah dan di dalamnya ada pelajaran dan petunjuk yang memimpin manusia ke jalan yang lurus, ditanyakanlah kepada orang-orang kafir itu, “Jalan manakah yang akan kamu tempuh?”
إِنْ هُوَ إِلَّا ذِكْرٌ لِّلْعَـٰلَمِينَ ﴿٢٧﴾
In huwa illā żikrul lil-‘ālamīn(a).
81:27 (Al-Qur’an) itu tidak lain, kecuali peringatan bagi semesta alam,
لِمَن شَآءَ مِنكُمْ أَن يَسْتَقِيمَ ﴿٢٨﴾
Liman syā'a minkum ay yastaqīm(a).
81:28 (yaitu) bagi siapa di antaramu yang hendak menempuh jalan yang lurus.
وَمَا تَشَآءُونَ إِلَّآ أَن يَشَآءَ ٱللَّهُ رَبُّ ٱلْعَـٰلَمِينَ ﴿٢٩﴾
Wa mā tasyā'ūna illā ay yasyā'allāhu rabbul-‘ālamīn(a).
81:29 Kamu tidak dapat berkehendak, kecuali apabila dikehendaki Allah, Tuhan semesta alam.
Terjemah dan transliterasi Latin: Kementerian Agama RI, edisi 2019. Terjemah menjelaskan makna; Al-Qur’an adalah teks berbahasa Arab.