Surat Al-Lailسورة الليل
Malam. Makkiyah, 21 ayat. Dimulai di juz 30, halaman 595.
بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَـٰنِ ٱلرَّحِيمِ
وَمَا خَلَقَ ٱلذَّكَرَ وَٱلْأُنثَىٰٓ ﴿٣﴾
Wa mā khalaqaż-żakara wal-unṡā.
92:3 dan demi penciptaan laki-laki dan perempuan,
إِنَّ سَعْيَكُمْ لَشَتَّىٰ ﴿٤﴾
Inna sa‘yakum lasyattā.
92:4 sesungguhnya usahamu benar-benar beraneka ragam.
فَأَمَّا مَنْ أَعْطَىٰ وَٱتَّقَىٰ ﴿٥﴾
Fa ammā man a‘ṭā wattaqā.
92:5 Siapa yang memberikan (hartanya di jalan Allah) dan bertakwa
وَصَدَّقَ بِٱلْحُسْنَىٰ ﴿٦﴾
Wa ṣaddaqa bil-ḥusnā.
92:6 serta membenarkan adanya (balasan) yang terbaik (surga),
فَسَنُيَسِّرُهُۥ لِلْيُسْرَىٰ ﴿٧﴾
Fa sanuyassiruhū lil-yusrā.
92:7 Kami akan melapangkan baginya jalan kemudahan (kebahagiaan).
وَأَمَّا مَنۢ بَخِلَ وَٱسْتَغْنَىٰ ﴿٨﴾
Wa ammā man bakhila wastagnā.
92:8 Adapun orang yang kikir dan merasa dirinya cukup (tidak perlu pertolongan Allah)
فَسَنُيَسِّرُهُۥ لِلْعُسْرَىٰ ﴿١٠﴾
Fa sanuyassiruhū lil-‘usrā.
92:10 Kami akan memudahkannya menuju jalan kesengsaraan.
وَمَا يُغْنِى عَنْهُ مَالُهُۥٓ إِذَا تَرَدَّىٰٓ ﴿١١﴾
Wa mā yugnī ‘anhu māluhū iżā taraddā.
92:11 Hartanya tidak bermanfaat baginya apabila dia telah binasa.
إِنَّ عَلَيْنَا لَلْهُدَىٰ ﴿١٢﴾
Inna ‘alainā lal-hudā.
92:12 Sesungguhnya Kamilah yang (berhak) memberi petunjuk.
وَإِنَّ لَنَا لَلْـَٔاخِرَةَ وَٱلْأُولَىٰ ﴿١٣﴾
Wa inna lanā lal-ākhirata wal-ūlā.
92:13 Sesungguhnya milik Kamilah akhirat dan dunia.
فَأَنذَرْتُكُمْ نَارًا تَلَظَّىٰ ﴿١٤﴾
Fa anżartukum nāran talaẓẓā.
92:14 Aku memperingatkanmu dengan neraka yang menyala-nyala.
لَا يَصْلَىٰهَآ إِلَّا ٱلْأَشْقَى ﴿١٥﴾
Lā yaṣlāhā illal-asyqā.
92:15 Tidak masuk ke dalamnya kecuali orang yang paling celaka,
ٱلَّذِى كَذَّبَ وَتَوَلَّىٰ ﴿١٦﴾
Allażī każżaba wa tawallā.
92:16 yang mendustakan (kebenaran) dan berpaling (dari keimanan).
وَسَيُجَنَّبُهَا ٱلْأَتْقَى ﴿١٧﴾
Wa sayujannabuhal-atqā.
92:17 Akan dijauhkan darinya (neraka) orang yang paling bertakwa,
ٱلَّذِى يُؤْتِى مَالَهُۥ يَتَزَكَّىٰ ﴿١٨﴾
Allażī yu'tī mālahū yatazakkā.
92:18 yang menginfakkan hartanya (di jalan Allah) untuk membersihkan (diri dari sifat kikir dan tamak).
وَمَا لِأَحَدٍ عِندَهُۥ مِن نِّعْمَةٍ تُجْزَىٰٓ ﴿١٩﴾
Wa mā li'aḥadin ‘indahū min ni‘matin tujzā.
92:19 Tidak ada suatu nikmat pun yang diberikan seseorang kepadanya yang harus dibalas,758
- 758 Maksudnya adalah bahwa orang-orang yang bertakwa membantu orang lain bukan karena orang itu berjasa kepadanya sehingga perlu membalasnya, melainkan hanya mengharap rida Allah.
إِلَّا ٱبْتِغَآءَ وَجْهِ رَبِّهِ ٱلْأَعْلَىٰ ﴿٢٠﴾
Illabtigā'a wajhi rabbihil-a‘lā.
92:20 kecuali (dia memberikannya semata-mata) karena mencari keridaan Tuhannya Yang Maha Tinggi.
وَلَسَوْفَ يَرْضَىٰ ﴿٢١﴾
Wa lasaufa yarḍā.
92:21 Sungguh, kelak dia akan mendapatkan kepuasan (menerima balasan amalnya).
Terjemah dan transliterasi Latin: Kementerian Agama RI, edisi 2019. Terjemah menjelaskan makna; Al-Qur’an adalah teks berbahasa Arab.